ppkm Jakarta 2021
Sumber: Ngakalin.id

Halo Sobat BPJS, seperti yang kamu tahu angka korban COVID-19 di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta sedang parah lagi nih, nah oleh karena itu Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB. PSBB DKI Jakarta kali ini lebih ketat daripada PSBB sebelumnya. Hal ini dikarenakan lonjakan kasus COVID-19 yang terus terjadi sehabis mudik 2021.

Peraturan baru apa saja yang ada di PSBB DKI Jakarta? Simak detail keputusannya :

1. 75% Pegawai WFH dan 25% Pegawai WFO

PSBB DKI Jakarta WFH

Karena pandemi ini kita udah familiar banget sama yang namanya Work From Home (WFH). Setelah kasus Covid-19 melonjak lagi lima minggu abis liburan Idul Fitri, solusi yang paling logis adalah untuk menekan penyebarannya agar tidak muncul cluster baru di area perkantoran. Bukan berarti karena kalian lagi WFH jadi bisa kemana-mana ya sobat BPJS! Sangat tidak disarankan untuk travelling selama pandemi ini. Teman-teman yang masih WFO juga tetap jaga kesehatan dan ikuti prokes yang berlaku biar pandeminya cepet selesai!

2. Belajar di Rumah (Lagi)

Belajar di rumah

Anak sekolahan yang kemarin sempat belajar tatap muka di sekolah sekarang harus terpaksa kembali lagi belajar di rumah. Sebenarnya, uji coba kegiatan belajar-mengajar tahap dua diadakan mulai tanggal 9 Juni kemarin loh. Sayangnya hanya bisa bertahan selama seminggu karena lonjakan kasus ini. Sedih deh rasanya mikirin nggak bisa ketemu temen sekolah lagi, tapi kalau kita semua tetap sehat dan jaga ketat prokes, pandemi ini bisa cepat berakhir kok!

3. Kegiatan Ibadah Harus Dilakukan Di Rumah

PSBB DKI Jakarta Ibadah

Meski beberapa saat belakangan ini ibadah sudah boleh diberlakukan di gedung ibadah, kali ini kegiatan beribadah diperketat kembali demi meminimalisir penyebaran COVID-19 yang semakin parah. Dalam peraturan Gubernur nomor 3 tahun 2021 pasal 22 dan pasal 23, mengatur tentang penegakkan prokes aktivitas peribadatan, untuk tempat ibadah. Pada aktivitas ini, pembatasan yang diberlakukan adalah semua kegiatan peribadatan dilakukan di rumah.

4. Transportasi Umum Hanya Memperbolehkan Kapasitas 50%

Transportasi umum

Untuk peraturan kali ini tidak banyak perubahan seperti PSBB yang dahulu, namun implementasi prokes akan lebih diperketat di lapangan. Dalam peraturan Gubernur nomor 3 tahun 2021 pasal 24 dan pasal 25, mengatur tentang penegakkan prokes aktivitas pada moda transportasi, untuk kendaraan umum angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan rental. Pada aktivitas ini, pembatasan yang diberlakukan adalah maksimal penumpang 50% dari kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan diperketat. Jadi untuk sobat BPJS, kamu tetap boleh menggunakan transportasi umum, tapi pastikan mematuhi prokes yang ada ya!

5. Restoran dan Pusat Perbelanjaan Hanya Boleh 25% Kapasitas dan Tutup Jam 8

kunjungan restoran dibatasi

Setelah kemarin sempat diperbolehkan untuk restoran dan pusat perbelanjaan buka sampai jam 21.00 dan untuk kapastitasnya mencapai 50%, namun kini dengan peraturan PSBB yang baru hal tersebut harus diubah kembali. Jadi jika memang kamu harus pergi ke restoran dan pusat perbelanjaan, pastikan untuk mengikuti protokol kesehatan dan jangan lupa lakukan 3M ya sobat BPJS!

6. Sarana Olahraga, Tempat Wisata, dan Area Publik Sementara Ditutup Total

monas jakarta

Setelah melewati PSBB ketat di tahun 2020, kita sempat merasakan kembali beraktivitas diluar rumah dan mengunjungi tempat wisata. Tapi sekarang kita tidak bisa melakukan hal tersebut lagi karena sarana olahraga, tempat wisata dan area publik harus ditutup total untuk sementara. Jadi sobat BPJS untuk sementara waktu ga bisa mengujungi gym, ataupun taman-taman yang ada dikota Jakarta. Jangan sedih ya sobat, semua ini dilakukan supaya pandemi COVID-19 segera hilang dan kita bisa kembali beraktivitas normal.

7. Resepsi Pernikahan 25% Kapasitas Gedung dan Tidak Boleh Menghidangkan Makanan, Akad atau Pemberkatan Maksimal 30 Orang

PSBB DKI Jakarta Resepsi

Nah untuk sobat BPJS yang merencanakan untuk menikah atau lamaran dikala PSBB DKI Jakarta ini, sebaiknya pikir dua kali deh, karena Pemprov kembali memperketat untuk pernikahan, lamaran, akad, atau pemberkatan nih! Untuk resepsi pernikahan maksimal jumlah pengunjung atau tamu adalah 25% dari kapasitas gedung, lalu penyelenggara resepsi tidak diperbolehkan untuk menghidangkan makanan kepada tamu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 saat acara berlangsung.

Akad atau Pemberkatan memang tetap boleh diberlakukan, namun syaratnya adalah jumlah orang yang ada didalam acara itu adalah maksimal 30 orang, tentu saja dengan memberlakukan prokes yang ketat dalam acara tersebut!

PSBB DKI Jakarta memang kembali diperketat, namun ini semua untuk kebaikan kita semua. Untuk sobat BPJS, tetap patuhi peraturan yang ada dan tetap menjaga kesehatan fisik dan mental kamu dikala pandemi ini ya!

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *